Dulu
saya sering melihat tayangan tentang penelitian penggalian fosil homo erectus
yang pada masa itu saya tahunya cuma sekedar manusia purba, dan yang ditemukan
di indonesia tentunya, ada homo soloeinsis, homo javanicus dan homo erectus
yang berada di flores, yang mana fosil di flores disebut sebagai manusia katai
atau kerdil yg tingginya tidak lebih dari 1 meter, saya menjadi sedikit banyak
tahu tentang sejarah manusia purba dari kebanyakan anak anak seusia saya,
ternyata manusia purba lebih bisa memenuhi kebutuhan gizi hariannya dibanding
manusia modern, krn manusia purba memiliki beragam sumber makanan, yang
tergantung dr hasil tangkapan harian yg pastinya berbeda, bayangkan dgn kita
manusia modern yang bergandung pada, Beras, gandum, jagung dan kentang, bahkan
ada semboyan di Indonesia yg mengatakan bahwa, “belum dikatakan makan apabila
kita belum memakan nasi”. Wilayah indonesia yang terdiri dari gugusan pulau-pulau
merupakan sebuah daratan luas dimasa lalu yang menyatu dengan benua asia,
ketika air laut naik, indonesia dipisahkan dari Asia dan binatang binatang umum
asia yg terlanjur menetap di indonesia berevolusi dengan keadaan alam indonesia
yang nantinya menjadikan sebuah penghubung antara asia dan australia, banyak
peneliti yg mengetahui hewan hewan asia asli dan australia asli masih bisa
ditemukan di indonesia, yaitu di kepulauan flores serta papua yang merupakan
bagian dari benua austalia. Tidak banyak
yang tahu bahwa Indonesia terdiri dari 2 benua, benua asia untuk bagian
baratnya dan masuk benua Australia untuk bagian timurnya
Wednesday, July 1, 2020
Friday, June 26, 2020
Beruntung atau Prestasi (2)
Setelah aku menceritakan keberuntungan atau prestasiku
di versi sekolah ternyata keberuntungan atau prestasiku berlanjut di jenjang
perkuliahan, baik kita mulai dari hal perjuangan menuju kuliah yang penuh
dengan lika liku,
Bagi
yang lulusan sekolah menengah atas
tahun 2013 pasti tahu
yang Namanya SNMPTN kepanjangan
dari Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri, artinya kita tidak perlu mengikuti tes tulis, itulah
bedanya snmptn dari tahun sebelumnya. Bagi saya sistem
SNMPTN
tahun 2013 hanyalah keberuntungan atau untung untungan bisa langsung masuk
kampus tanpa tes, jadi snmptn menggunakan nilai raport yang menjadi rujukan
panitia seleksi nasional untuk menyatakan lolos, dan ternyata dulu saya belum
punya wawasan untuk memilih jurusan yang yang sepi peminat atau hitung hitungan
passing grade, nah dari situ pula banyak yang protes, ketika anak yang tidak
begitu menonjol banyak yang lulus melalui jalur snmptn ini, bahkan guru-guru
banyak yang heran, rangking 1 pun tidak lulus, dan dari sanalah ditahun
berikutnya sIstem ini diperketat, dan kampus-kampus mulai membatasi
penerimaan lewat jalur undangan snmptn, oke lanjut setelah gagal dI
snmptn saya terus berusaha dan mencoba di jalur SBMPTN atau seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri atau tes tulis, dan artinya
harus tes keluar kota, karena saya dari pelosok, apa mau dibilang mungkin bukan
rejekinya saya gagal lagi untuk masuk di perguruan tinggi favorit yang saya
inginkan
Wednesday, May 27, 2020
THE NEW NORMAL
Istilah ini muncul ditengah pandemi yang terjadi di tahun 2020, muncul karena virus Covid-19 ini belum ada penangkalnya sampai saat ini, walaupun bisa di obati, karena tidak ada penangkalnya maka kita harus menyesuaikan dengan keadaan, kita tidak tahu kapan akan berakhir, kita harus terbiasa dengan masker, hand sanitizer dan obat penambah imun, inilah apa yang disebut dengan “the new normal” kita akan terbiasa dengan kenormalan baru ini. Sebelumnya saya acuh saja dengan istilah baru ini, namun ketika melihat sebuah video yang menyadarkan saya dengan the new normal, yang sebenarnya adalah seleksi alam, yang akan menyeleksi orang-orang yang bisa bertahan dalam keadaaan seperti ini. pembatasan kegiatan di luar ruangan. Banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dimasa sekarang, banyak Perumahan karyawan, yang berarti tidak adanya pendapatan, dan sekarang semua kegiatan beralih pada kegiatan online, sektor pendidikan, dan hampir semua bidang pekerjaan. kita bayangkan saja, tidak semua masyarakat melek teknologi, semua akan serba online dari sekarang. Sebuah hal baru yang akan banyak orang pahami setelah wabah ini berlalu, yaitu banyak hal yang bisa dilakukan secara online, membuat pekerjaan lebih simple dan efektif daripada kerja offline, inilah yang nantinya juga akan menjadi the new normal.
Wednesday, March 4, 2020
PUBER MEDIA SOSIAL
Puber
media social belakangan heboh karena ini adalah sebuah generasi Y atau
orang-orang yang lahir pada tahun 80an kebawah atau rentang antara 60-80,
sebuah studi oleh Facebook di amerika serikat juga membuktikan bahwa generasi
ini tidak siap menggunakan teknologi media social mainstream belakangan ini,
karena tidak bisa membedakan dimana yang benar atau salah, penyebabnya ialah
karena generasi ini sudah terbiasa oleh media cetak yang beritanya bisa di
pertanggung jawabkan oleh media cetak itu sendiri, sehingga apa yang ada di
media social di anggap benar semuanya, padahal kejahatan hoax atau berita palsu
sudah ada sejak internet mulai mengudara di seluruh dunia yang pada awalnya
digunakan untuk penipuan, namun berbeda halnya dengan zaman sekarang ketika
media social menjadi salah satu tempat untuk propaganda politik, dalam sekejap hal
buruk terjadi bisa viral atau tersebar luas dalam hitungan detik, misalnya 1
berita hoax, disebarkan ke satu grup yang berisi 100 orang lalu masing-masing
anggota grup punya grup lain minimal 5, dalam sekejap berita itu sudah
menjangkau 500 orang, belum lagi kalau disebarkan terus menerus contoh lain
melalui sebuah akun media sosial juga bisa, yang mempunyai follower ratusan
ribu dan jutaan, mudah sekali bukan?.
Subscribe to:
Posts (Atom)