Buku ini bertipe kumpulan pemikiran-pemikiran tentang sebuah
organisasi, yaitu organisasi yang kadang kala saya dengar namun saya tidak tahu
ini merupakan organisasi seperti bagaimana,
entah karena wawasan dan pergaulan saya yang sempit atau karena organisasinya
yang mulai redup. Saya
baru paham tentang ICMI ketika
membaca buku ini, yang sebenarnya adalah buku almarhumah tante saya sewaktu
kuliah di Universitas Muhammadiyah
Malang, buku yang
terbengakalai lalu saya ambil dan saya
bersihkan, Pemikiran dalam buku ini masih dalam periode orde baru
dimana para pemikirnya belum tahu akan datangnya Reformasi, sehingga banyak
opini yang hanya berputar-putar pada suksesi setelah Soeharto.
Sunday, July 12, 2020
Friday, July 10, 2020
PERJALANAN MENJUMPAI TUHAN BUNGA RAMPAI REFLEKSI AGAM
Buku ini merupakan buku bertipe banyak penulis dimana
buku ini ditulis oleh mahasiswa-mahasiswi dalam sebuah program mata kuliah di
salah satu universitas yang terdapat di jakarta yang mengadakan semacam program
kunjungan terhadap tempat-tempat ibadah agama yang resmi ada di Indonesia dan
satu agama yang masih “menumpang” pada agama lain dikarenakan tidak banyak
penganutnya sehingga status dalam kartu tanda penduduk (KTP) masih menggunakan
nama agama lain. Tulisan ini menarik karena banyak dari kita sendiri yang belum
tahu ataupun datang langsung ke tempat ibadah agama lain. Stereotip yang
berkembang di masyarakat kita bahwa kita harus menjauhi tempat ibadah agama
lain, membuat kita jadi semakin rentang dalam hubungan antar agama, namun
belakangan berkembangnya sikap pluralis yang mulai banyak dipahami anak muda
turut andil dalam membawa angin segar terhadap beragamnya agama di Indonesia
setiap mahasiswa mempunyai arah dan pandangan baru ketika mengunjungi tempat
ibadah agama lain. Selain itu ada faktor penting yang berpengaruh dalam buku
ini yakni berdasar beragamnya etnis dan agama yang ada di ibu kota seperti
jakarta, terdapat pula ragam latar belakang dari para mahasiswa ini. Seperti
latar belakang keluarga yang terdapat 2 agama berbeda atau baru menganut agama
baru misal dari kristen ke islam dan ada pula yang mendapat pemikiran tertarik
dengan budaya agama lain hal ini di pengaruhi oleh budaya di Indonesia, semisal
mudik yang terjadi seatiap hari raya idul fitri.
Wednesday, July 8, 2020
RESENSI - ORANG-ORANG DI PERSIMPANGAN KIRI JALAN
Disini saya terbawa pada latar dimana
setiap orang terdidik harus mengambil langkah langkah politik guna ikut
berpartisipasi mengisi kekosongan setelah kemerdekaan, dan disini saya melihat
bahwa dulu organisasi semua ibarat benar dalam artian seperti orang islam yang masuk di partai atau
organisasi yang
jelas-jelas anti agama seperti
komunis. Merasakan suasana saat itu dimana ada golongan tua dan muda, dan
golongan tua dianggap berpolitik kompromi artinya menerima peraturan peraturan
yang sebenarnya dibuat asing dan tidak terlalu baik untuk negara sehingga
dianggap lembek kepada pihak asing oleh golongan muda, kaum pemuda ingin dengan
cepat melakukan revolusi guna membebaskan negara yg sudah memproklamasikan
kemerdekaan agar sepenuhnya tidak dicampuri urusannya oleh pihak asing dan
menegaskan kepada belanda bahwa negara ini sudah merdeka dan negara ini akan
melawan terhadap ancaman-ancaman keamanan suatu negara berdaulat.
Saturday, July 4, 2020
RESENSI Buku Bestseller “E S Q”
Pada awal buku ini dikisahkan riwayat penulis tentang
sebuah pencarian jati diri bahkan yang di amati dari kisah pencarian jati diri
tersebut berlangsung hampir separuh hidupnya. Mulai dari dia menginjakkan
kakinya di sekolah menengah pertama, yang muncul pertanyan apa makna hidup dan
tujuan hidup, lalu berlanjut dalam saat dia sekola menegah atas dan menjadi
siswa berprestasi guna menginginkan masuk di perguruan tinggi favorit seperti
apa yang siswa baru lulus kebanyakan dikejar, namun sampai dia mencapai
tujuannya tersebut belum merasakan makna hidup sampai dia melanjutkan kuliah ke
keluar negeri guna mencapai suatu gelar dari luar negeri dan memperoleh
pekerjaan yang banyak didampakan kebanyakan orang yaitu menjadi Pegawai Negeri
Sipil (PNS) sebagai dosen di kampus negeri, dan yang mengejutkan saya dari yang
dikisahkan yaitu pengunduran dirinya berselang 2 hari sejak diangkat menjadi
PNS, orang tuanya juga kecewa terhadap keputusan yang diambilnya, karena
harapan orang tua agar anaknya memperoleh pekerjaan tetap yang terjamin malah
di sia siakan. Jika kita melihat di kisaran tahun 90an sampai awal tahun 2000an
masih banyak sekali orang tua yang mengharapkan anaknya menjadi PNS, bahkan
saya juga termasuk yang bercita-cita demikian yang ditanamkan orang tua saya
sejak kecil.
Subscribe to:
Posts (Atom)